Apa itu Demensia : Sejarah, Gejala dan Penyebab Demensia

Sebenarnya apa itu demensia? Demensia sendiri bukan merupakan kategori sebuah penyakit namun lebih ke suatu atau beberapa gejala yang disebabkan oleh kelainan pada otak. Demensia sendiri sebenarnya hanya dapat disembuhkan bila penyakit yang menjadi penyebabnya dapat disembuhkan. Berikut ini penjelasan lebih rinci mengenai demensia.

Sejarah Demensia

apa itu demensia auguste darte alois alzheimer

Orang pertama yang didiagnosa mengidap penyakit alzheimer yang merupakan suatu bentuk demensia bernama Auguste Deter. Ia merupakan seorang wanita yang berusia 5o tahun yang didiagnosa menderita demensia alzheimer. Dokter yang mendiagnosa wanita tersebut bernama Alois Alzheimer. Pemeriksaan dilakukan pada tahun 1906. Wanita bernama Auguste tersebut menderita perangai yang ganjil, mengalami paranoid berlebihan, kesulitan mengingat dalam banyak hal, delusional, disorientasi waktu, dan lainnya. Setelah Auguste meninggal dunia, dokter tersebut melakukan otopsi otak dan ia terkejut melihat penyusutan drastis pada otak dan saraf-saraf disekitar otak mengkerut dan dipenuhi oleh plak bernama amiloid beserta serat yang terbelit satu sama lain. Kata alzheimer sendiri digunakan secara formal di dunia kedokteran mulai dari tahun 1910.

Apa Itu Demensia ?

Demensia bukanlah merupakan istilah penyakit secara spesifik. Ada beberapa jenis bentuk demensia, salah satu diantaranya adalah penyakit alzheimer. Demensia lebih tepat dinyatakan sebagai kumpulan gejala-gejala yang disebabkan oleh penyakit kelainan otak. Secara umum, gejala demensia biasanya akan dikaitkan dengan penurunan kecerdasan intelektual secara drastis dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang salah mengira antara demensia dan pikun namun dua hal tersebut adalah hal yang berbeda. Pikun terjadi secara alami sedangkan demensia memerlukan perawatan khusus dari dokter ahli.

Macam-Macam Demensia

Demensia sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian diantaranya :

1. Demensia Kortikal

Gangguan demensia kortikal terjadi akibat dari rusaknya bagian otak yang bernama cereblar cortex. Bagian otak cerebral cortex merupakan bagian terluar pada otak. Orang yang terkena demensia kortikal akan mengalami gangguan pada bidang linguistik dan bahasa. Penderita akan kehilangan ingatan tentang beberapa kata dan juga akan sulit memahami kata. Penderita juga akan sulit mengingat kata-kata. Salah satu penyakit demensia kortikal diantaranya adalah Alzheimer dan penyakit sapi gila pada manusia Creutzfeldtz-Jacob.

2. Demensia Subkortikal

Jenis demensia selanjutnya adalah demensia subkortikal. Demensia subkortikal ini terjadi akibat dari adanya kerusakan pada salah satu bagian otak tepatnya dibawah korteks. Kemampuan berfikir secara cepat, dan bergerak secara bebas menurun drastis sedangkan memori dan linguistik tidak terpengaruh. Contoh penyakit demensia subkortikal diantaranya ialah Parkinson dan Huntington. Penyakit AIDS juga dapat menyebabkan demensia subkortikal.

3. Demensia Progresif

Adapun demensia progresif merupakan demensia yang terus menerus semakin memburuk sepanjang waktu. Kemampuan pasien menurun drastis sehingga ia tidak bisa melakukan banyak hal. Contoh dari penyakit yang berbentuk demensia progresif diantaranya adalah demensia dengan badan Lewy, kemudian Alzheimer, demensia vaskular, dan juga demensia frontotemporal (FTD). Penyakit-penyakit tersebut bersifat degeneratif dan semakin memburuk setiap saat.

4. Demensia Primer

Selanjutnya yaitu demensia primer merupakan istilah bagi pasien yang hanya menunjukkan gejala penyakit demensia dan tidak memiliki gejala penyakit lain. Demensia ini murni karena kerusakan sel otak dan saraf sekitar.

5. Demensia Sekunder

Terakhir adalah demensia sekunder yang terjadi akibat adanya penyakit lain. Demensia sekunder dapat terjadi karena pengaruh stress maupun kecelakaan secara fisik. Tipe demensia sekunder lebih mudah disembuhkan karena penyebabnya telah jelas diketahui.

Gejala-Gejala Demensia

Untuk menentukan demensia, seorang praktisi kesehatan akan menentukannya melalui beberapa tahap. Mulai dari tes kognitif, skrining kelainan dan lain sebagainya. Salah satu alat skrining yang sering digunakan oleh dokter untuk mendeteksi kelainan kognitif adalah MMSE atau Mini-Mental Stage Examination. Adapun gejala-gejala demensia yang dapat dipertimbangkan yaitu :

Gejala Demensia Ringan

  1. Mudah lupa dan sulit mengingat
  2. Sering kehilangan barang karena lupa menyimpannya
  3. Merasa kebingungan saat menyetir kendaraan
  4. Sulit Berkonsentrasi
  5. Sulit mengatur keuangan yang mudah

Gejala Demensia Sedang

  1. Penderita sangat mudah lupa dan kehilangan barang secara intens
  2. Sulit untuk menahan keluarnya air kencing
  3. Kemampuan linguistik terganggu, sulit menemukan kata yang cocok untuk diucapkan
  4. Menjadi anti-sosial
  5. Sulit mengerjakan soal-soal matematis untuk pengujian mental
  6. Sulit mengingat kejadian hari kemarin
  7. Sering tersesat

Gejala Demensia Parah

  1. Sulit memakai pakaian sendiri
  2. Sulit mengucapkan nama orang-orang terdekat
  3. Sering mengalami gangguan tidur
  4. Penderita mengalami paranoid
  5. Mengalami halusinasi
  6. Sulit berbicara dan memahami kata-kata
  7. Kemampuan bergerak menurun
  8. Tidak bisa makan sendiri
  9. Kesadaran akan sekitar menurun

Penyebab-Penyebab Demensia

Banyak hal dapat menyebabkan seseorang terkena gejala demensia. Beberapa telah diketahui penyebabnya dan beberapa belum diketahui secara pasti. Adapun penyebab yang mungkin diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Kekurangan oksigen dalam darah. Penyebab kurangnya oksigen dalam darah sendiri bervariasi mulai dari penyakit jantung sampai komplikasi lainnya. Kekurangan oksigen dalam darah dapat merusak sel-sel pada otak dan menyebabkan demensia.
  2. Infeksi akut dari beberapa jenis penyakit seperti penyakit meningitis dan sifilis.
  3. Kekurangan Vitamin B1, B6 maupun B12
  4. Sering dehidrasi
  5. Kecelakaan fisik pada kepala seperti benturan keras
  6. Kondisi elektrolit tubuh yang tidak normal
  7. Terlalu lama terpapar bahan kimia berbahaya seperti NARKOTIKA, alkohol, logam berat dan bahan kimia logam lainnya

Baca Juga : Manfaat Tertawa Untuk Kesehatan Jantung, Mental dan Fisik

Apa itu Demensia : Sejarah, Gejala dan Penyebab Demensia Apa itu Demensia : Sejarah, Gejala dan Penyebab Demensia
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Sebenarnya apa itu demensia? Demensia sendiri bukan merupakan kategori sebuah penyakit namun lebih ke suatu atau beberapa gejala yang disebabkan oleh kelainan pada otak. Demensia sendiri sebenarnya hanya dapat disembuhkan bila penyakit yang menjadi penyebabnya dapat disembuhkan....
Penyakit - by ,
4 / 5 stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *