Dampak Obesitas Pada Anak dan Cara Mengatasinya

dampak obesitas pada anak

Herbal TV, Saat ini jumlah anak-anak yang terkena obesitas di Indonesia terbilang cukup banyak. Perubahan gaya hidup dan semakin meningkatnya perekonomian bangsa membuat banyak Orang Tua yang terlalu memanjakan anaknya sehingga mereka terkena obesitas. Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar yang telah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2010, diketahui bahwa terjadi kenaikan obesitas anak yang signifikan dari tahun ke tahun. Dampak obesitas pada anak sama bahayanya dengan obesitas yang terjadi pada orang dewasa. Untuk itu, demi menyelamatkan anak-anak dan membuat waktu hidupnya lebih lama, para orang tua disarankan untuk menyadari bahaya obesitas pada anak dan cara mengatasinya.

Pengertian Obesitas Pada Anak

Menurut organisasi WHO, yang dimaksud dengan kegemukan atau obesitas ialah kelebihan berat badan yang meebihi ambang batas dari indeks massa tubuh berdasarkan umur atau disingkat IMT/U. Kelebihan berat badan yang terjadi akibat banyaknya timbunan lemak yang tersimpan dalam tubuh. Kegemukan atau obesitas terjadi karena terlalu banyak mengkonsumsi junk food dan juga dikarenakan banyak keluarga menjalani sedentary life style atau suatu gaya hidup dimana seseorang sangat kekurangan beraktivitas secara fisik. Contoh, anak-anak pada zaman sekarang sangat jarang bermain diluar bersama teman-temannya. Kebanyakan lebih memilih bermain dirumah menonton TV, bermain game dan sebagainya.

Bahaya Obesitas Pada Anak

Seperti halnya obesitas berbahaya pada orang dewasa, obesitas juga berbahaya pada anak. Bila seorang anak memiliki obesitas, maka anak tersebut sangat rentan terkena berbagai jenis penyakit. Adapun penyakit yang rentan terkena anak obesitas diantaranya adalah :

  • Penyakit diabetes melitus
  • Penyakit darah tinggi pada anak
  • Tingginya kadar kolestrol pada anak obesitas
  • Resiko terkena serangan  jantung pada anak obesitas
  • Bahaya sleep apnea (gangguan pernafasan saat tidur)
  • Penyakit pernafasan asma
  • Beresiko terkena penyakit hati berlemak

Selain penyakit-penyakit diatas, anak yang obesitas juga cenderung merasa mudah lelah dalam kesehariannya dan juga beresiko terkena penyakit fisik Blount Disease dimana kaki sang anak akan berbentuk huruf O dikarenakan tekanan akibat beban tubuhnya yang cukup berat pada kaki.

Dampak Obesitas Pada Anak Di Sekolah dan Lingkungan Sekitar

Kegemukan berlebih yang terjadi pada anak tentu saja memiliki dampak sosial pada kehidupannya. Mulai dari hal yang sepele sampai hal yang rumit. Adapun dampak obesitas pada anak ditinjau dari segi sosialnya yaitu dapat dilihat sebagai berikut :

  • Sang anak akan cenderung kesulitan bergerak dengan leluasa saat bermain dengan temannya ataupun saat melakukan aktivitas olahraga di sekolah
  • Kebanyakan anak yang obesitas cenderung sulit memiliki teman meski tidak semuanya seperti itu
  • Anak yang obesitas rentan terhadap kasus pembulian di sekolah maupun lingkungan
  • Anak yang obesitas juga beresiko menurun kecerdasannya

Selain dampak sosial diatas, ada banyak pula dampak sosial lain yang kerap dialami penderita obesitas.

Faktor Penyebab Obesitas Pada Anak

Obesitas sendiri terjadi karena beberapa faktor yang saling berhubungan satu sama lain. Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya obesitas adalah pola makan yang tidak sehat. Pola makan yang sehat adalah apabila gizinya seimbang, tidak berlebihan dan tidak kurang. Selain faktor pola makan, jenis makanan yang dipilih pun sangat berpengaruh pada perkembangan berat badan sang anak. Sekarang ini, banyak sekali junk food yang memiliki kandungan lemak tinggi namun tidak memiliki gizi sama sekali. Budaya mengkonsumsi sayuran juga sudah mulai berkurang. Selain itu, faktor yang dapat menyebabkan obesitas adalah gaya hidup yang sedikit beraktivitas. Banyak anak-anak sekarang lebih suka menonton televisi daripada bermain diluar bersama teman-temannya.

Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak

Sebagai orangtua, kita harus memantau perkembangan berat badan sang buah hati. Jangan sampai anak kita mengalami obesitas karena ini benar-benar tidak baik untuk kesehatan dan kehidupan sosialnya. Anak yang obesitas dan terlalu berat sangat beresiko terkena penyakit-penyakit berbahaya. Waspadai bila anak mulai mengorok saat tidur, sakit saat melakukan gerakan, bagian leher menghitam, mudah marah dan panik, serta tidak mau bermain dengan temannya. Gejala-gejala tersebut menandakan bahwa sang anak sudah memiliki berat yang terlalu berlebihan.

Tahukah anda bahwa 50% anak yang obesitas saat masih kecil maka akan obesitas pula saat ia tumbuh dewasa. Untuk mencegah hal itu terjadi, anda dapat melakukan hal-hal sederhana berikut ini :

  1. Konsumsi minimal 5 (lima) porsi sayuran dan buah-buahan
  2. Batasi penggunaan televisi, komputer dan video game maksimal 2 jam perhari
  3. Usahakan agar sang anak mau bergerak minimal 1 jam perhari. Hal ini dapat disiasati dengan memberikannya permainan menyenangkan yang dapat menggerakkan tubuhnya seperti bermain petak umpet, berkebun, jalan-jalan sore, dan juga menari
  4. Jangan mengkonsumsi minuman bersoda
  5. Kurangi mengkonsumsi gula dan makanan manis lainnya
  6. Kurangi mengkonsumsi gorengan dan sediakan makanan yang tidak mengandung minyak
  7. Perbaiki pola makan secara teratur
  8. Tidak membiarkan sang anak jajan sembarangan

Itulah dampak obesitas pada anak yang perlu para orangtua ketahui. Semoga anak-anak kita akan menjadi generasi yang sehat dan kuat kedepannya.

Dampak Obesitas Pada Anak dan Cara Mengatasinya Dampak Obesitas Pada Anak dan Cara Mengatasinya
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Herbal TV, Saat ini jumlah anak-anak yang terkena obesitas di Indonesia terbilang cukup banyak. Perubahan gaya hidup dan semakin meningkatnya perekonomian bangsa membuat banyak Orang Tua yang terlalu memanjakan anaknya sehingga mereka terkena obesitas....
Gaya Hidup Informasi Kesehatan - by ,
4 / 5 stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *