Jenis Penyakit Mata – Ciri, Penyebab dan Gambarnya

Herbal TV – Banyak orang mengabaikan tentang kondisi kesehatan mata mereka. Padahal, mata merupakan anugerah terpenting dalam hidup kita yang harus kita jaga. Kondisi mata tidak selamanya sehat. Terkadang, mata dapat terkena berbagai macam jenis penyakit mata. Di Indonesia sendiri, prevalensi kebutaan dan gangguan kesehatan mata masih relatif tinggi.

Penderita kebutaan dan gangguan penglihatan terbanyak diderita oleh orang tua dengan usia lebih dari 55 tahun. Sedangkan pada umur yang lebih muda, tingkat kebutaan dan gangguan penurunan penglihatan cenderung menurun. Pada tahun 2013 telah diadakan sebuah survey oleh pemerintah yang bernama Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas. Berdasarkan hasil Riskesdas tersebut, Pulau Jawa memiliki tingkat kebutaan yang tinggi sedangkan Provinsi Papua Barat memiliki tingkat populasi kebutaan terendah.

Banyak orang mengabaikan gangguan mata yang dideritanya. Padahal jika tidak segera ditangani, hal ini bisa menjadi penyakit yang lebih serius. Untuk itu penting bagi kita untuk mengetahui macam macam penyakit mata dan ciri cirinya supaya kedepannya kita bisa lebih waspada. Berikut ini penjelasan tentang mata, gejala gangguan mata, penyebab dan cara mengatasinya :

Anatomi Mata

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki sistem yang rumit. Berdasarkan strukturnya, mata dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Anatomi Mata

Kornea

Kornea merupakan lapisan bening yang terletak di bagian mata paling depan. Faktanya, kornea memiliki diameter sekitar 11mm. Bagian mata ini banyak sekali mengandung serabut saraf. Ini merupakan kelanjutan dari bagian sklera yang merupakan bagian putih mata.

Iris

Merupakan satu dari tiga bagian tengah mata. Iris terletak diantara bagian kornea dan lensa. Setiap manusia memiliki warna Iris yang berbeda. Pada bagian tengah iris terdapat lubang yang bernama pupil. Iris pada mata berfungsi untuk mengatur sedikit banyaknya jumlah cahaya yang masuk pada mata.

Pupil

Merupakan lubang kecil yang terletak ditengah-tengah Iris. Pupil dapat mengecil dan membesar tergantung pada jumlah cahaya yang diatur olehnya.

Lensa

Merupakan piringan jernih yang terletak dibelakang Iris. Bagian lensa pada mata berbentuk cembung dan terlapisi dengan baik oleh lapisan bernama homogen. Fungsi lensa pada mata adalah untuk membiaskan cahaya yang masuk kedalam retina.

Retina

Bagian retina berfungsi untuk menerima setiap cahaya yang masuk. Bagian ini terletak dibagian belakang mata dan terhubung langsung dengan serabut saraf yang tertuju pada otak menggunakan suatu impuls.

Jenis – Jenis Penyakit Mata

Setiap bagian mata memiliki peranan yang sangat penting dalam memproses penglihatan kita. Namun mata tidak selalu sehat pada sebagian orang. Mata juga dapat mengalami berbagai jenis penyakit mata mulai dari jenis penyakit mata ringan sampai yang beresiko menyebabkan kebutaan. Berikut macam-macam penyakit mata yang dapat terjadi beserta gejala dan penyebabnya :

1. Glaukoma

jenis penyakit mata

Pada kondisi normal, bola mata biasanya memiliki tekanan antara 15 sampai 20 mmHg. Bila tekanan pada bola mata jauh lebih tinggi dari kisaran normal, maka orang tersebut telah tekena penyakit mata glaukoma. Keadaan ini cukup berbahaya. Tingginya tekanan pada bola mata dapat mempengaruhi saraf-saraf penglihatan dan bisa menyebabkan hilangnya penglihatan secara perlahan-lahan. Adapun penyebab tekanan pada bola mata meninggi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti cairan pada mata yang mengalir berlebihan. Gejala-gejala yang mungkin terjadi antara lain :

  • Mata menjadi sangat peka terhadap cahaya
  • Kornea mata berukuran lebih besar dari sebelumnya
  • Mata terlihat merah seperti iritasi
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Terasa mual
  • Nyeri pada mata

Pada glaukoma kronis, penyakit ini datang secara tiba-tiba tanpa adanya gejala yang menyertai. Biasanya diketahui saat pandangan menjadi tiba-tiba lebih sempit dari biasanya.

2. Katarak

Penyakit Mata Katarak

Lensa mata pada orang normal biasanya berwarna jernih. Pada orang yang terkena penyakit mata katarak, warna lensa mata berubah menjadi keruh. Penamaan katarak sendiri diambil dari istilah cataract yang berarti air terjun. Penamaan ini diambil karena saat seseorang terkena katarak, maka ia seolah-olah penglihatannya terhalangi air terjun. Penyakit mata katarak tidak menyebabkan rasa sakit pada mata hanya saja penglihatan menjadi kabur dan seperti berasap. Sebenarnya, seiring dengan laju usia kebanyakan orang akan mengalami katarak dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, orang yang berusia muda juga bisa terkena penyakit mata putih ini. Penyebab lain selain faktor usia yaitu disebabkan karena adanya komplikasi penyakit diabetes, terlalu lama terpapar sinar UV matahari, sedang menjalani pengobatan tertentu ataupun karena sebuah trauma.

3. Mata Bintit (Stye Eye)

mata bintitan

Penyakit mata bintit sebenarnya merupakan infeksi bakteri pada kelenjar minyak yang terdapat pada dasar bulu mata. Bintitan bisa terjadi didalam maupun diluar kelopak mata. Penyakit mata ini biasanya terasa menyakitkan dan berbentuk seperti bisul kecil atau jerawat besar yang menggembung di kelopak mata. Bakteri yang umum membuat mata bintit yaitu bakteri stafilokokus. Tangan ataupun udara yang kotor juga dapat membuat bakteri lain menginfeksi mata. Saat mata terkena bintitan, biasanya warna mata berubah menjadi merah. Untuk mengatasi penyakit mata bintit ini, yang harus dilakukan hanyalah mengkompresnya dengan air hangat sekitar 6 kali sehari masing-masing 10-15 menit. Penyakit mata ini tidak berbahaya bagi penglihatan anda.

4. Keratokonus

Penyakit Mata Keratokonus

Penyakit mata keratokonus merupakan sebuah kelainan dimana kornea terlihat benjol dan tidak sesuai dengan bentuk bola mata. Dalam kondisi ini, kornea mata terlihat seperti mengerucut keluar. Saat terkena penyakit ini, penderita tidak akan bisa memfokuskan pandangannya pada suatu gambar atau objek. Hal ini bisa terjadi karena lemahnya struktur kornea yang dimiliki oleh penderita. Penyakit mata ini juga dapat disebabkan karena kompikasi setelah melakukan operasi mata. Gejalanya dapat dimulai dengan adanya penglihatan ganda, pandangan menjadi kurang fokus, kepala menjadi sakit, mata menjadi tegang serta mengalami kesulitan melihat di malam hari.

5. Strabismus atau Mata Juling

Penyakit Mata Juling

Penyakit mata strabismus atau lebih dikenal dengan sebutan mata juling merupakan suatu kondisi kelainan dimana kedua mata tidak melihat ke arah yang sama seperti seharusnya. Kondisi ini dapat terjadi karena banyak hal seperti adanya kelainan otak, lumpuhnya sebagian otot mata maupun perbedaan kekuatan otot penggerak pada mata. Penyakit ini tentu saja dapat disembuhkan melalui beragam cara seperti terapi lensa prisma, senam mata maupun operasi.

6. Hyperopia atau Rabun Dekat

Ilustrasi Mata Rabun Dekat

Merupakan sebuah kelainan mata dimana sang penderita tidak dapat fokus melihat objek dekat. Saat melihat objek jauh, penderita dapat melihat dengan jelas namun saat melihat benda-benda berjarak dekat, penderita akan merasa pusing dan penglihatan kabur. Jenis penyakit mata ini sering dijumpai pada orang yang sudah lanjut usia. Dalam kasus ini, sinar atau cahaya yang memasuki mata jatuh dibelakang retina. Penyakit mata hyperopia ini dapat disembuhkan melalui terapi kacamata, lensa maupun operasi.

7. Myopia atau Rabun Jauh

ilustrasi mata rabun jauh

Penyakit mata rabun jauh merupakan sebuah kelainan mata dimana cahaya atau sinar yang masuk pada mata jatuh didepan retina dan tidak tepat mengenai retina. Pada kondisi ini, penderita melihat dengan baik pada jarak dekat. Pada jarak yang cukup jauh, penderita mengalami keburaman penglihatan. Penyakit mata jenis ini banyak diderita oleh orang yang kurang menjaga kesehatan matanya. Banyak dijumpai pada orang yang sering bekerja dengan komputer setiap harinya. Penyebab lain diantaranya, sering membaca di tempat yang penerangannya kurang, sering melihat buku atau ponsel sambil tiduran, dan sebagainya. Miopia dapat dikoreksi menggunakan bantuan lensa kontak, pemakaian kacamata maupun dengan operasi seperti operasi lasik.

8. Astigmatisma atau Mata Silinder

Penyakit Mata Silinder

Mata silinder terjadi karena bentuk kornea yang tidak sempurna. Bentuk kornea normal umumya berbentuk bulat namun pada penderita silindris, bentuk korneanya tidak bulat sempurna sehingga cahaya yang masuk pada mata terbiaskan pada beragam titik. Hal ini menyebabkan objek yang dilihat menjadi blur ataupun terlihat bengkok. Pada umumnya, seiring dengan bertambahnya usia, penyakit mata ini akan datang dengan sendirinya. Astigmatisma juga dapat terjadi pada usia muda yang memang memiliki bentuk bola mata atau kornea yang tidak bulat sempurna.

Jenis Penyakit Mata – Ciri, Penyebab dan Gambarnya Jenis Penyakit Mata – Ciri, Penyebab dan Gambarnya
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Herbal TV – Banyak orang mengabaikan tentang kondisi kesehatan mata mereka. Padahal, mata merupakan anugerah terpenting dalam hidup kita yang harus kita jaga. Kondisi mata tidak selamanya sehat. Terkadang, mata dapat terkena berbagai macam jenis...
Informasi Kesehatan Penyakit - by ,
4 / 5 stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *