Mengenal Lebih Jauh Mengenai Konjungtivitis (Radang Mata)

Mata merupakan anugerah Tuhan yang sangat berharga. Dengan adanya mata, otak kita bisa memproses berbagai macam informasi sehingga kita bisa tau segala hal mulai dari warna, cerita dan masih banyak lagi. Kesehatan mata sangatlah penting untuk dijaga, karena mata kita tidak ada gantinya. Namun, mata tidak selalu sehat. Terkadang, mata bisa terkena salah satu jenis penyakit mata. Ada banyak jenis penyakit mata yang bisa menyerang manusia mulai dari rabun jauh, rabun dekat, mata silinder, mata berlemak hingga alergi pada mata. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengenal lebih jauh mengenai alergi konjungtivis atau alergi pada mata.

Apa Itu Konjungtivitis ?

alergi pada mata merah

Konjungtivitis sendiri berdasarkan keterangan dari Japanese Ocular Allergology Society (JOAS) merupakan suatu peradangan yang terjadi pada konjungtiva mata ( radang selaput lendir yang menutupi belakang kelopak dan bola mata ) dengan diperantarai oleh reaksi hipersensitivitas dan juga disertai oleh gejala subjektif dan juga objektif. Penyakit konjungtivitis tidak hanya menyerang konjungtiva saja namun alergi ini juga dapat mempengaruhi bagian mata lain mulai dari kornea mata, tear film pada mata hingga kelopak mata.

Saat mata terkena konjungtivitis, maka biasanya mata akan menjadi merah, panas, gatal dan juga sering berair. Keadaan ini membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman. Selain itu, alergi konjungtivitis juga dapat menyebabkan pusing, mengganggu kegiatan sehari-hari dan bahkan dapat mengganggu siklus tidur penderitanya. Disamping itu, penderita alergi konjungtivitis biasanya akan memiliki lingkaran hitam dibawah dibawah mata.

Apa Saja Gejala Konjungtivitis ?

Alergi pada konjungtiva mata biasanya memiliki gejala-gejala yang cukup banyak. Selain penderita konjungtivitis akan mengalami mata merah, mata panas, gatal dan berair, penderita juga biasanya akan mengalami gejala lain yang tidak kalah mengganggu. Gejala-gejala tersebut biasanya akan berbeda-beda tergantung dari jenis konjungtivitis apa yang dideritanya. Namun secara umum penderita bisa saja mengalami gejala seperti sensitif terhadap cahaya, pandangan menjadi kabur, kelopak mata menjadi sedikit bengkak, merasa ada benda asing yang mengganjal pada mata, produksi kotoran mata bertambah banyak hingga gejala lain yang biasa mengiringi alergi seperti asma, bersin-bersin dan aczema.

Apa Penyebab Adanya Konjungtivitis ?

Alergi pada konjungtiva mata dapat disebabkan oleh banyak hal mengingat pemicu alergi pada setiap orang berbeda-beda. Selain disebabkan oleh alergen, konjungtivitis juga bisa diperoleh dari infeksi virus, bakteri dan juga infeksi klamidia.

Klasifikasi Penyakit Konjungtivitis

Seperti yang telah disebutkan diatas, konjungtivitis dapat disebabkan oleh berbagai macam dan gejala pada setiap penyebab akan ada sedikit perbedaan satu sama lain.

1. Konjungtivitis Karena Alergen

Selain karena bakteri maupun virus, konjungtivitis juga bisa disebabkan karena alergi seseorang terhadap alergennya. Alergi pada mat ini biasanya disebabkan oleh reaksi inflamasi yang diperantarai sistem imun tubuh pada konjungtiva. Adapun gejala yang menyertai konjungtivitis alergi biasanya ialah mata meradang, gatal-gatal, mata sangat sensitif terhadap cahaya, terdapat papil yang cukup besar di konjungtiva dan penglihatan bisa saja terganggu. Cara mencegahnya yaitu dengan menghindari pencetus alergi tersebut. Pencetus alergi pada setiap orang akan berbeda-beda.

2. Konjungtivitis Karena Virus

Ada banyak jenis virus yang beredar di lingkungan sekitar kita. Salah satu jenis virus tersebut bisa menyebabkan peradangan pada konjungtiva mata sehingga menyebabkan konjungtivitis. Konjungtivitis yang disebabkan oleh virus biasanya akan memiliki durasi yang lebih lama dibanding yang lainnya. Biasanya, konjungtivitis jenis ini ada karena demam faringokonjungtiva. Konjungtivitis akan disertai dengan gejala demam, mata berair, dan folikel konjungtiva bisa mengenai satu atau dua mata. Virus yang bisa menyebabkan penyakit ini datang biasanya adalah adenovirus tipe 3, 4 & 7. Selain adenovirus, organisma pikornavirus dan juga coxsackie juga bisa menyebabkan konjungtivitis meski jarang. Biasanya, konjungtivitis akibat virus dapat menular di kolam renang yang tidak bersih.

3.Konjungtivitis Karena Bakteri

Selain disebabkan oleh virus dan alergen, konjungtivitis juga bisa muncul karena adanya bakteri yang masuk kedalam mata. Adapun bakteri yang bisa menyebabkan konjungtivitis pada mata diantaranya ialah Staphylococcus Aureus, Pneumococcus, Haemophillus dan juga bakteri Streptococcus. Bila penderita mendapatkan konjungtivitis akibat bakteri, maka bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik yang tepat. Konjungtivitis jenis ini sangat mudah menular satu sama lain. Gejalanya diantaranya terjadi edema pada kelopak, adanya mukosa purulen dan juga keratitis.

4. Konjungtivitis Karena Jamur

Meskipun jarang terjadi, konjungtivitis juga bisa muncul disebabkan oleh jamur Candida Albicans. Gejalanya cukup khas dibanding konjungtivitis lain yaitu adanya bercak putih yang bisa timbul terutama pada pasien yang juga mengidap diabetes dan sistem imun lemah. Selain jamur Candida Albicans, jamur lain juga bisa menyerang mata namun jarang terjadi.

Saat sebelah mata kamu terkena konjungtiva, maka jangan sentuh mata sehat disebelahnya karena konjungtiva bisa saja menginfeksi mata sehat kamu yang lain.

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Konjungtivitis (Radang Mata) Mengenal Lebih Jauh Mengenai Konjungtivitis (Radang Mata)
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Mata merupakan anugerah Tuhan yang sangat berharga. Dengan adanya mata, otak kita bisa memproses berbagai macam informasi sehingga kita bisa tau segala hal mulai dari warna, cerita dan masih banyak lagi. Kesehatan mata sangatlah...
Penyakit - by ,
4 / 5 stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *