Mengenal Lebih Jauh Batuk Rejan atau Batuk Seratus Hari

Batuk kerap dialami oleh semua orang, maka dari itu batuk biasanya menjadi hal yang biasa terjadi terutama bila kita sedang berada di musim hujan atau peralihan. Beberapa jenis batuk ada yang menular dan ada juga yang tidak menular. Biasanya, batuk yang mudah menular ialah batuk yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri di saluran pernafasan. Salah satu jenis batuk mudah menular yang disebabkan karena adanya infeksi bakteri adalah batuk rejan atau lebih dikenal juga dengan sebutan batuk seratus hari. Disebutkan batuk seratus hari karena pada saat seseorang terkena batuk rejan, maka ia bisa menderita batuk ini hingga seratus hari lamanya atau tiga bulan.

batuk rejan

Dalam istilah lain, batuk rejan disebut juga dengan istilah pertusis. Batuk rejan atau pertusis atau batuk seratus hari disebabkan karena adanya infeksi bakteri Bordetella Pertusis. Bakteri ini sangat mudah sekali menular melalui cipratan-cipratan bersin penderita diudara maupun air liur. Setiap orang bisa saja terkena batuk rejan terutama mereka yang tidak memiliki vaksin bakteri pertusis dan tinggal serumah dengan penderita batuk pertusis sebelumnya. Pertusis sendiri merupakan salah satu jenis batuk yang cukup berbahaya bila tidak segera ditangani karena seseorang yang menderita batuk rejan rawan kekurangan pasokan oksigen di dalam darahnya dan juga rawan terjadi komplikasi lanjutan seperti pneumonia.

Gejala Batuk Rejan

Pada masa awal infeksi, gejala pertusis hampir sama dengan gejala pilek biasa seperti adanya ingus pada hidung, demam dan juga tubuh terasa lelah. Setelah itu, biasanya batuk akan menyerang. Batuk rejan sendiri cenderung khas dimana batuk rejan selalu diiringi sebuah tarikan nafas yang besar. Pada beberapa kejadian, penderita batuk rejan sering muntah setelah batuk. Pada anak kecil, saat batuk rejan menyerang, anak tersebut kemungkinan akan berhenti bernafas sesaat dan wajah menjadi biru. Bila penderita mengalami gejala seperti kesulitan bernapas, kejang, pneumonia, mengeluarkan suara aneh saat menarik napas, muntah-muntah dan tubuh berwarna biru atau kemerahan, maka wajib sesegera mungkin diperiksakan ke dokter untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Untuk pengobatannya, biasanya pasien akan diberikan antibiotik untuk melawan baketi pertusis tersebut. Selain antibiotik, pasien juga bisa saja diberikan obat jeniskortikosteroid untuk meredakan peradangan yang ada pada saluran pernafasannya. Pengobatan sendiri bisa dimasukan melalui infus bila pasien lemah dan tidak berdaya. Jangan lupa untuk perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan memasok kebutuhan oksigen dalam darah.

 

Mengenal Lebih Jauh Batuk Rejan atau Batuk Seratus Hari Mengenal Lebih Jauh Batuk Rejan atau Batuk Seratus Hari
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Batuk kerap dialami oleh semua orang, maka dari itu batuk biasanya menjadi hal yang biasa terjadi terutama bila kita sedang berada di musim hujan atau peralihan. Beberapa jenis batuk ada yang menular dan ada...
Penyakit - by ,
4 / 5 stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *