Waspadai Kondisi TB MDR dan Cara Untuk Mengendalikannya

Waspadai Kondisi TB MDR dan Cara Untuk Mengendalikannya

TB MDR atau Multidrug-Resistant Tuberculosis merupakan tbc atau tuberkulosis yang resisten terhadap manfaat dua obat antituberkulosis yang paling kuat, yakni isoniazid dan juga rifampisin. Dan ditahun 2015, data dari Depkes RI telah menunjukan bahwa adanya sekitar 15 ribu penderita TB yang telah dicurigai resinten dengan pengobatan dan sekitar 1800 diantaranya telah terkontaminasi menderita TB MDR

uSebuah penangan tidak tepat atau telah terjadi penlaran tuberkulosis dari seseorang ke orang lain bisa menyebabkan bakteri penyebab tuberkulosis untuk lebih mengembangkan daya tahan terhadap obat antimikroba yang dikonsumsi, atau dikenal juga dnegan kondisi TB MDR

Penyebab Terjadinya TB MDR

Ada diantaranya berbagai penyebab yang dapat mengakibatkan berkembangkan resitensi kuman penyebab tuberkulosis menjadi TB MDR seperti halnya :

  • Seorang pasien MDR yang tidak menyelesaikan pengobatan sampai dengan tuntas
  • Pemberian obat yang salah dan juga meliputi jenis obat, dosis dan lama dari pengobatan TB
  • Kualitas obat yang kurang baik
  • Kurangnya ketersediaan obat TB

TB MDR akan lebih beresiko untuk terjadi kembali pada seseorang yang mana sebelumnya pernah mempunyai TB, mempunyai kelemahan sistem pada kekebalan tubuhnya, kontak langsung dengan penderita TB MDR dan juga seorang yang berasal dari daerah dengan kasus TB resinten obat yang tinggi

Cara Untuk Mengendalikan TB MDR

Sebuah langkah pengendalian kasus TB MDR di Indonesia ini dimulai dengan penemuan pada kausus terduga TB resisten obat. Seseorang dikatakan TB resistensi obat apabila :

  • Penderita TB telah gagal dalam proses pengobatannya
  • Kuman TB yang masih positif setelah 3 bulan pengobatan
  • Penderita TB yang telah kembali berobat setelah lalai dalam pengoabatan
  • Pasien TB dengan HIV yang tidak menunjukan adanya respons dengan pengbatan TB

Apabila telah mendapati kondisi yang sebelumnya sudah disebutkan, Anda dianjurkan untuk segera kedokter guna mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Dan nantinya setelah dokter melakukan pemeriksaan dan telah dipastikan terdapat TB MDR, maka pasein perlu segera mendapatkan pengoabatan. Lama dari pengobatan bisa antara 9-24 bulan

Durasi pengobatan ini dapat saja berubah pada kasus TB MDR yang berbeda, seperti halnya pada TB MDR tanpa adanya komplikasi atau TB MRD yang belum mendapatkan pengobatan lini kedua. Dari kasus tersebut Badan Kesehatan Dunia atau WHO relah merekomendasikan program pengobatan yang lebih singkat yaitu 9-12 bulan. Gejala TB ini pada umumnya bisa membaik dalam beberapa bulan setelah dilakukan sebuah pengobatan. Dan penderita TB MDR sendiri perlu juga mendapatkan evaluasi dan juga pemantauan ketat selama proses pengobatan.

Jika Anda merasa telah terpapar atau mengalami gejala TB dan TB MDR, segeralah melakukan pemeriksaan kesehatan agar dokter dapat melakukan pengobatan dan evaluasi yang tepat.

herbaltv
Diposkan dalam kategori Berita, Penyakit, tanggal February 9, 2019
  • Baru-baru ini :

    Bagaimana Dampak Minuman Keras Bagi Otak ?

    Selain membuat peminumnya menjadi mabuk, ternyata alkohol bisa menyebabkan...

    Pengobatan Depresi : Cara Mengatasi Depresi Secara Alami

    Depresi merupakan sebuah penyakit yang menyerang mental secara berkelanjutan....

    5 Kebiasaan Gaya Hidup Yang Dapat Menyebabkan Sembelit

    5 Kebiasaan Gaya Hidup Yang Dapat Menyebabkan Sembelit –...

    Inilah 5 Perubahan Vagina Setelah Anda Melahirkan

    Inilah 5 Perubahan Vagina Setelah Anda Melahirkan  – www.herbaltv.co.id...

    3 Hal Berikut Ini Bisa Merusak Fungsi Hati Anda

    Hati merupakan salah satu organ paling penting dalam tubuh...